Wednesday, 10 April 2019

Gaji Rp10 Juta Sebulan, Endang Siswati Curhat Menderita Batin 17 Tahun Jadi TKI

TKI Kendal Endang, Siswati

Bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) bukanlah keinginan Endang Siswati. TKI Kendal Jawa Tengah ini terpaksa menjadi ‘pahlawan devisa’ karena faktor ekonomi.
Endang ingin mengubah ekonomi keluarga. Ia tak mau kebiasaan gali lubang tutup lubang berlanjut dalam keluarganya. Ya, Endang seringkali meminjam uang hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Akhirnya Endang memutuskan untuk menjadi TKI. Awalnya, Endang bekerja di Arab Saudi, kemudian berlanjut ke Hong Kong.
Endang telah bekerja sebagai TKI selama 17 tahun. Di tempatnya sekarang, Endang menjaga seorang kakek di Hong Kong.
Kerjanya cukup santai. Setiap hari hanya menyapu dan mengepel. Pekerjaan itu selesai dalam waktu 1-3 jam saja. Setelah itu, Endang bebas berselancar di dunia maya, membuat vlog, hingga berkaraoke melalui aplikasi Smule.
Ia juga bebas pergi ke tempat wisata, bertemu dengan teman-temannya sesama TKI asal Indonesia.
Dan yang paling penting, gajinya cukup tinggi, sekitar Rp10 juta perbulan. Setiap gajian, sang majikan selalu melebihkan hingga 100-500 dollar Hong Kong.
Nikah Muda
Endang Siswati lahir di Kendal Jawa Tengah pada 7 Maret 1982. Anak keempat dari lima bersaudara ini menikah muda. Ia berumah tangga setelah tamat MTs di Karangmalang Wetan, Kecamatan Kangkung, Kendal.
“Setelah lulus MTs, saya gak nerusin sekolah karena gak ada biaya. Setahun kemudian, saya dipertemukan dengan calon suami saya yang waktu itu datang main di desa saya. Tanpa pacaran dan persiapan mental, saya langsung setujui untuk menikah,” kata Endang kepada Pojoksatu.id, Rabu (10/4).
Setelah menikah, Endang ikut suaminya yang tinggal tak jauh dari rumah orang tuanya, tepatnya di Desa Korowelang Anyar, Kecamatan Cepiring, Kendal.
Setahun menikah, Endang dikarunia anak laki-laki yang dia beri nama Aditiya Teguh Pradansyah. Buah hatinya itu lahir pada 19 Juni 2000.
Tinggalkan Bayi 6 Bulan
Setelah anaknya berumur 6 bulan, Endang mulai galau. Ia merasa tidak enak tinggal menumpang terus di rumah mertua.
Ia ingin tinggal mandiri bersama keluarga kecilnya, terpisah dari mertua. Namun pendapatan suaminya yang hanya bekerja sebagai nelayan tidak memungkinkan untuk berpisah dari mertua.
“Pendapatan suami sebagai nelayan sangat pas-pasan, hanya cukup buat makan. Bahkan kadang gali lubang tutup lubang,” curhat Endang.
Endang akhrinya membuat keputusan yang sangat sulit. Ia rela meninggalkan anaknya yang baru berusia 6 bulan. Ia mengadu nasib ke negeri orang demi keluarga.
“Sedih banget saat itu. Saya bingung, akhirnya saya terpaksa pilih pergi kerja ke Arab Saudi. Berangkat tahun 2001 saat anak saya baru berusia 6 bulan,” kata Endang.
Endang menjadi TKW di Arab Saudi selama 2 tahun, sesuai kontrak kerjanya. Setelah itu, Endang pulang kampung membawa hasil jerih payahnya.
“Saya pulang ke Indonesia tahun 2003, jumpa anakku yang sudah berumur 2,5 tahun. Terharu campur aduk karena selama di Arab, saya tidak bisa komunikasi karena memang di Arab dulu gak diperbolehkan punya HP. Kalo kangen keluarga, hanya nulis surat,” beber Endang.
Hasil kerja Endang di Arab Saudi digunakan untuk beli tanah di desa suaminya dan buat pondasi rumah serta ragangan rumah limasan.
“Setelah uang habis, saya mulai bingung lagi karena suami kerja hanya buat makan, lalu untuk sekolah anak, bikin rumah uang dari mana? Sedangkan suami hanya mengandalkan hasil dari laut sebagai nelayan,” katanya.
TKW Hong Kong
TKI cantik, TKI Hong Kong, Endang Siswati, TKI Kendal
Setelah 6 bulan tinggal di rumah, Endang kembali memutuskan untuk mengadu nasib di neger orang. Ia berangkat melalui agen TKI, PT Damas Semarang.
“Sebenarnya saya gak tega berangkat kerja lagi dan ninggalin keluarga, tapi mau gimana lagi, gak ada pilihan lain,” tambah Endang.
“Saya bertekad dalam hati, anakku harus punya tempat tinggl sendri biar tidak numpang di rumah mertua lagi. Anakku harus sekolah tinggi. Itulah harapanku, makanya saya nekat kerja lagi,” kata TKI cantik ini.
Tanggal 8 Desember 2004, Endang terbang ke Hong Kong. Awal bekerja, Endang tidak terima gaji full karena potongan selama 5 bulan.
Saat itu gaji Endang hanya $1800 atau sekitar 3,2 juta. Namun setiap bulan, sang majikan selalu melebihkan gajinya hingga $300 (Rp541 ribu).
Kala itu, Endang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dia bekerja di rumah janda muda yang masih memiliki nenek. Di tempat itu, Endang bekerja selama 4 tahun.
“Nah selama kerja 4 tahun itu, gaji saya kumpulin, kukirim semua untuk bikin rumah. Alhamdulillah rumah sudah jadi 70 persen. Saya langsung cuti dan pulang karena mau khitanin anakku yang waktu itu berumur 12 tahun,” imbuh Endang.
Endang mengambil cuti selama dua minggu, kemudian balik lagi ke Hong Kong untuk melanjutkan pekerjaannya.
Bangun Rumah dan Beli Motor
Endang Siswati
Setelah kontrak kerjanya berakhir di rumah janda muda, Endang lanjut bekerja di rumah lansia. Ia menjaga pasangan kakek nenek selama dua tahun.
“Hasil kerja saya selama dua tahun itu saya gunakan untuk melanjutkan pembangunan rumah dan nyekolahin anak di SMK Bina Utama Kendal,” tambah TKI Kendal ini.
Ia juga membeli dua unit sepeda motor untuk suami dan anaknya. Sebab, sekolah anaknya lumayan jauh dari rumah.
“Saya beli dua motor supaya suami dan anak tidak rebutan,” kata Endang.
Setelah kontrak kerjanya selesai, Endang pindah majikan lagi. Kali ini, dia menjaga tiga anak majikan.
“Setelah kontrak kerja berakhir, saya pindah majikan lagi ke majikan baru yang kujalani sekarang,” katanya.
Di tempat ini, Endang menjaga seorang kakek dan nenek. Dua tahun kemudian, si nenek meninggal. Sekarang tinggal menjaga kakek.
“Kerjaku di sini enak, alhamdulillah santai banget. Cuma pagi doang nyapu dan ngepel. Setelah itu free sampai jam 17:30. Sore baru masak untuk makan malam. Kalau pagi dan siang gak masak, beli di luar, restaurant,” bebernya.
“Sekarang saya ikut kakek sudah 7 tahun. Agustus 2018 kemarin saya cuti sebulan karena putraku lulus SMK,” katanya.
Menderita Batin
Meski pekerjaannya sekarang terbilang santai dan gajinya relatif cukup tinggi, Endang mengaku tetap merasakan penderitaan batin karena jauh dari keluarga.
“Saya tersiksa lahir batin, ingin berteriak tapi gak mampu. Hanya kerja kerja kerja yang kutahu di sini. Aku terpisah dari anakku. Ibuku meninggal gak bisa nemui,” pungkasnya.
Sampai kapan Endang menjadi TKI? “Mudah-mudahan tahun depan bisa pulang kampung Mas. Saya ingin menghabiskan sisa hidup saya dengan keluarga,” tutup Endang.

Monday, 8 April 2019

Inilah yang Terjadi jika PUBG Diharamkan

pubg haram

Pastinya kalian sudah mendengar desas-desus soal pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan game PUBG. Game besutan Tencent ini menjadi sorotan setelah Ketua MUI Jawa Barat, yaitu Rahmat Syafei, melihat kasus aksi teror yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Ditambah lagi, upaya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, seperti dilansir Detik.
Wacana ini tentu menimbulkan pro-kontra di dalam masyarakat. Apakah keputusan mengharamkan game ini menjadi sebuah solusi untuk melindungi masyarakat? BenarkahPUBG dan game lain sejenisnya layak disalahkan karena menginspirasi tindakan terorisme? Ataukah, sebenarnya ada hal lain yang bisa menjadi pertimbangan sebagai penyebab maraknya kasus teror di berbagai belahan dunia?
Jika memang nantinya MUI secara resmi mengharamkan game ini, tentu ada dampak besar yang akan dirasakan masyarakat dan pihak-pihak lain. Kira-kira, inilah yang bakal terjadi kalau PUBG diharamkan di Indonesia!

1. Pengembang & Penerbit Luar Ragu Memasarkan Game di Indonesia



Menurut data statistik yang dimuat oleh Statista.com, pada tahun ini, pasar game di Indonesia mampu mendatangkan pendapatan sebesar 624 juta dolar Amerika. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan lahan basah yang menjadi incaran para pengembang game dari luar negeri.
Angka ini masih bisa terus bertambah pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai bahan pertimbangan lain, besarnya angka pendapatan ini memberikan pengaruh pada kondisi finansial Indonesia.


Meski demikian, melihat kasus pertimbangan MUI untuk mengharamkan PUBG, rasanya tidak mungkin PUBG Corporation dan Tencent memaksakan diri untuk mengubah konten yang sudah ada agar terus berada di segmen pasar bisnis Indonesia. Besar kemungkinan, mereka lebih memilih negara lain untuk dijadikan target pemasaran.
Hal ini juga akan memiliki efek yang sama terhadap pengembang dan penerbit lain yang ingin memasarkan produk dengan konsep serupa dengan PUBG dan PUBG M. Apalagi, genre battle royale sedang marak-maraknya di kalangan pencinta game secara global.

2. Ruang Lingkup Esports Indonesia Bakal Mengecil


Adanya game bergenre battle royale di Indonesia menjadi menjadi sarana yang baik bagi skena kompetitif esports Tanah Air. Pasalnya, komunitas game ini di Indonesia memiliki jumlah yang besar. Menurut data statistik yang diungkap Pocket Gamer, game bergenre battle royaleuntuk perangkat mobile (PUBG M, Rules of Survival, dan Free Fire) di Indonesia menyentuh angka 90 juta pemain. Bisa saja, di antaranya terdapat talenta-talenta berbakat yang dapat membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Di ranah PUBG, Bigetron pernah menjadi perwakilan dari Indonesia pada PMSC Global Final di Dubai setelah berhasil menjuarai PINC 2018 yang diadakan di Jakarta. Luxxy Bersaudara menjadi perwakilan termuda yang mengikuti turnamen tersebut. Mereka memang belum meraih gelar juara. Namun, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia juga bisa berprestasi melalui game kompetitif.
Seperti yang kita ketahui, saat ini Pemerintah Indonesia mulai memperhatikan potensi esports sebagai pendukung ekonomi negara yang melibatkan kreasi generasi muda. Dengan diadakannya Piala Presiden Esports, Pemerintah Indonesia ingin ekosistem esports Indonesia bisa lebih maju lagi sehingga bisa bersaing di tingkat internasional. Semoga saja mereka bisa menunjukkan konsistensi dan mengambil langkah bijak dalam menanggapi pertimbangan MUI ini.

3. Game Lain Juga Kena Fatwa Haram



Salah satu penyebab MUI mempertimbangkan untuk mengharamkan PUBG adalah adanya konten kekerasan di dalamnya, termasuk penggunaan senjata api dan peledak. Dilansir Detik, MUI khawatir bahwa konten yang dihadirkan oleh game tersebut bisa menginspirasi seseorang untuk melakukan aksi teror di kehidupan nyata.
Kalaupun kecemasan pihak MUI dinilai beralasan, tidak adil rasanya jika hanya PUBG yang diharamkan. Bagaimana dengan nasib game lain yang berisikan konten sejenis? Sebut sajaFree FireFortnite, Rules of Survival, dan judul baru yang sekarang sedang digandrungi, Apex Legends.


Banyak game yang mengandung unsur kekerasan. Kita tentu paham dengan brutalnya Mortal KombatGrand Thief Auto, atau pun Watch Dogs. Namun, pihak pengembang dan penerbit sudah serius memberikan peringatan melalui label dan rating setiap produk mereka. Semua kembali ke pribadi para pemainnya dan pengawasan orangtua.
Padahal, game kasual lain yang lebih “santai” semacam Angry Birds pun ada aksi ledak-ledakannya, kok. Apa perlu MUI juga mengharamkannya? Mau berapa game yang mereka haramkan? Lantas, kita nanti main apa?

4. Hilangnya Entitas Game sebagai Hiburan



Pada dasarnya, salah satu fungsi game adalah sarana hiburan alternatif untuk melepaskan penat dari rutinitas yang melelahkan. Timbulnya pertimbangan diharamkannya PUBGmembuat degradasi nilai esensi dari game itu sendiri. Sifat hiburan di dalamnya dianggap (dan disepakati) sebagai doktrin buruk bagi siapa pun yang memainkannya.
Adanya keputusan MUI ini membuat citra game semakin buruk di mata masyarakat, terutama untuk game yang bersifat kompetitif. Padahal, banyak manfaat lain yang bisa didapat bagi yang memainkannya. Sebuah penelitian yang diungkapkan Psychology Today menyebutkan bahwa bermain game kompetitif bisa meningkatkan kemampuan individu, menambah kepercayaan diri, dan mendukung kemampuan bersosialisasi di kehidupan sehari-hari.

5. Ujian Besar bagi Kreator Game Dalam Negeri



Battle royale tengah menjadi genre game yang digandrungi. Mengikuti tren adalah langkah jitu yang dilakukan di setiap strategi bisnis apa pun. Apabila MUI telah mengesahkan fatwa haram ini, bukan tidak mungkin jumlah pemain game battle royale seperti PUBG akan berkurang secara drastis, mengingat muslim adalah mayoritas di Indonesia.
Dampaknya, perkembangan game lokal akan menemui jalan buntu. Para pengembang game dalam negeri harus berjuang lebih keras mencari alternatif supaya ekosistem game di Indonesia tetap hidup. Mereka hanya akan memasukkan konten dan gameplay yang dianggap aman agar produk mereka dinilai layak dimainkan oleh masyarakat luas.
Dengan kata lain, produk game yang kita terima akan menjadi monoton dan kurang variasi, tidak lagi mengakomodasi beragamnya preferensi. Perkembangan game dalam negeri pun bakal menjadi stagnan alias di situ-situ saja. Bisa jadi, pasar luar negeri malah jadi prioritas utama bagi developer dan publisher lokal karena mereka “kehilangan semangat” mendapatkan label “halal” untuk game kreasi mereka.
Mengambil tindakan untuk mengantisipasi kejadian buruk memang patut dilakukan. Namun, perlu upaya mendalam bagi MUI dalam mengkaji ulang pertimbangan mereka mengharamkanPUBG. Sungguh tidak bijak apabila mereka menganggap game adalah sesuatu yang negatif semata dan memiliki pengaruh sebegitu besarnya terhadap perilaku seseorang di kehidupan nyata.

Box Office Hollywood: Shazam! Sukses Menyihir Jutaan Penonton!



Seperti yang sudah diprediksi, dominasi Shazam! enggak terbendung di minggu debutnya! Film keluaran Warner Bros. Pictures ini mengamankan posisi puncak di tangga Box Office Hollywood. Sempat diragukan untuk meraih capaian tinggi, Shazam! berhasil membuktikan diri sebagai jawara di persaingan domestik.
Enggak kurang dari 53,4 juta dolar Amerika berhasil diraup oleh film besutan David F. Sandberg ini. Jika ditambah dengan capaian pada special event dari Fandango pada akhir Maret lalu, Shazam! mendapatkan pundi sebesar 56,7 juta dolar Amerika.



Menyajikan hiburan memikat berisikan jokes segar dan sosok Shazam yang diperankan oleh Zachary Levi, Shazam! diterima dengan baik oleh kritikus dan penggemar layar lebar. Ini terlihat dengan rating “A” yang didapat dari CinemaScore.
Melihat torehan minggu debut Shazam! yang enggak berbeda jauh dengan Ant-Man (57,2 juta dolar Amerika), film keluaran Warner Bros. ini diprediksi akan mendapat pundi sekitar 160 juta dolar di kancah domestik.

Di pasar luar Amerika, Shazam! berhasil menghempaskan Dumbo yang minggu lalu menjadi pemuncak Box Office internasional. Enggak kurang dari 102 juta dolar Amerika berhasil didapatkan oleh film superhero keluaran DC ini. Dari ekspansinya ke 80 negara di minggu perdana, Shazam! sukses mendapatkan 158,7 juta dolar Amerika.



Di posisi runner-up, film Pet Sematary yang diadaptasi novel Stephen King berhasil mendapatkan sekitar 25 juta dolar Amerika di minggu perdana. Capaian ini menjadi minggu debut terlaris kedua untuk film adaptasi Stephen King, di bawah film IT (2017).
Di pangsa internasional, film besutan Kevin Kölsch, Dennis Widmyer ini baru merambah ke 47 negara. Dengan torehan sekitar 17,3 juta dolar Amerika, Pet Sematary berada di posisi keempat pada tangga Box Office Internasional.



Posisi berikutnya diisi oleh Dumbo, yang minggu lalu berdiri kokoh di puncak Box Office domestik. Mendapatkan 18,2 juta dolar Amerika di minggu kedua, angka ini turun sekitar 60% dari capaian minggu perdana.
Penurunan drastis ini enggak terlepas dari hantaman dahsyat Shazam! dan Pet Sematary. Walau pun meraih rating “A-“ dari CinemaScore, film besutan Tim Burton ini belum mampu melanjutkan performa baik Disney dalam film live action.
Persaingan di kancah Box Office akan semakin ketat dengan rilisnya film Hellboy pada 11 April nanti.

10 Pemain dengan Kill Terbanyak di Piala Presiden Esports 2019



Piala Presiden Esports 2019 kini telah menjadi sejarah tersendiri di skena esports Indonesia. ONIC Esports berhasil menjadi juara di turnamen yang didukung langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia ini. Sementara itu, Louvre.JG menempati posisi kedua dan PSG.RRQ berada diposisi ketiga.
Tak hanya menjadi catatan sejarah bagi tim-tim Mobile Legends terbaik di Indonesia, para pemainnya pun juga bisa menjadi catatan tersendiri. Pemain ONIC, Lu Khai "SaSa" Bean, berhasil mencetak sejarah sebagai peraih gelar MVP pertama di gelaran Piala Presiden Esports 2019.
Namun, tak hanya SaSa yang mencetak prestasi. Masih banyak pemain lain yang sama-sama bersinar dari segi raihan kill yang diraih. Tentunya, raihan kill bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan karena menjadi faktor penting yang menentukan kemenangan tim.
Buat kalian yang penasaran siapa pemain dengan kill terbanyak di Piala Presiden Esports 2019, di bawah ini adalah peringkat 10 besarnya. Selamat menyimak!

10. Gustian "REKT" (EVOS) - 68 Kill



Pemain serbabisa EVOS ini menampati posisi ke-10 sebagai pemain dengan kill terbanyak, REKT dikenal sebagai 'petani' karena kemampuan farming yang sangat cepat. Mendapat 68 killselama Piala Presiden Esports 2019 dengan pool hero yang beragam, REKT mampu menerobos pertahanan musuhnya seorang diri. Sempat menggunakan hero Tank, REKT kembali ke posisi semula sebagai carry dengan hero andalannya seperti Kimmy, Helcurt, dan Claude.

9. Rendy "Ipin" Kurniawan (SFI Critical) - 70 Kill



Pemain termuda dari SFI Critical ini mampu mendapat 70 kill selama gelaran Piala Presiden Esports 2019 berlangsung. Ipin yang sering menggunakan Kimmy disetiap pertandingannya telah mendapat MVP sebanyak enam kali selama Piala Presiden Esports 2019 berlangsung. Ipin menjadi salah satu kunci kemenangan SFI Critical melawan Starlest Esports. Enggak hanya apik menggunakan Kimmy, Ipin sangat lihai saat menggunakan Leomord yang terbukti membawa SFI Critical dapat mengamankan posisi delapan besar di Piala Presiden Esports 2019.

8. Supriyadi "Watt" Dwi Putera (Louvre.JG) - 70 Kill



Kemampuan Watt sebagai carry di tim Louvre.JG enggak usah diragukan lagi kemampuannya. Hal tersebut dibuktikannya dengan 70 kill yang dia dapatkan selama gelaran Piala Presiden Esports 2019. Mantan pemain ONIC Esports ini sering kali membuat lawan-lawannya kewalahan dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menggunakan Claude dan Karrie. Menggantikan posisi REKT di Louvre.JG, Watt juga dikenal dengan permainan Assassin-nya yang sangat mematikan.

7. Tantyo "Doyok" Aditya (SFI Critical) - 71 Kill



Satu lagi pemain dari SFI Critical yang mendapat kill terbanyak setelah Ipin. Kemampuan Doyok sebagai hitter memang sudah terbukti reputasinya. Doyok mampu mencetak "Triple Kill" saat game pertama melawan PSG.RRQ dengan Kimmy-nya. Kelihaian Doyok menggunakan hero-hero Mage dan Assassin mampu membawa SFI Critical ke babak Main Event Piala Presiden Esports 2019.

6. Muhammad "Udil" Julian Ardiansyah (ONIC) - 71 Kill



Udil merupakan midlaner dari tim ONIC yang punya kemampuan luar biasa di usianya yang masih muda. Selama Piala Presiden Esports 2019 berlangsung, Udil mampu menghasilkan 71kill. Kemampuanya menggunakan Lunox dan hero-hero Mage lain terbukti ampuh membuat ONIC keluar sebagai juara. Dia juga memiliki kelihaian dalam memperhitungkan serangan dan menentukan kapan harus masuk untuk menyerang.

5. Lu Khai "SaSa" Bean (ONIC) - 75 Kill


Setelah Udil yang menduduki posisi ke-6, kini ada Sasa yang merupakan all-rounder ONIC Esports. SaSa menjadi satu-satunya pemain yang mencetak “Savage” di Piala Presiden Esports 2019 lewat permainan apiknya saat menggunakan Claude di babak Final melawan Louvre.JG. Satu hal yang membuat SaSa begitu istimewa bisa masuk ke daftar ini adalah cukup seringnya dia menggunakan hero Tank di beberapa pertandingan. Bayangkan jika dia selalu menggunakan hero carry. Tentunya dia bisa mendapatkan kill lebih banyak dan maju ke peringkat teratas.

4. Putra "Trust" Sanjaya (76 Kill)


Pemain anyar Aerowolf ini mampu memberikan posisi kedua di Klasemen Grup A di Kualifikasi Tertutup Nasional. Namun, sayang langkah Aerowolf harus terhenti lebih awal setelah tumbang atas Humble Esports di babak pertama Main Event. Meski begitu, secara keseluruhan Trust bermain baik sepanjang gelaran Piala Presiden Esports 2019. Andaikan Aerowolf bisa menembus babak selanjutnya, sudah barang tentu Trust akan mendapat kill lebih banyak dari yang dia dapat sekarang.

3. Try "AyamJago" Widyanto (PSG.RRQ) - 76 Kill



Salah satu pemain Mobile Legends di Indonesia yang sangat bisa diandalkan dalam urusan menghabisi musuh. Berposisi sebagai midlaner, AyamJago sangat ditakuti kemampuannya. Terutama jika dia berhasil mendapatkan hero-hero andalannya seperti Gusion, Lunox, dan Kimmy. Dia pun kerapkali menjadi kunci kemenangan PSG.RRQ dalam beberapa turnamen. Salah satunya adalah MPL Season 2 yang dimenangkan PSG.RRQ dan gelar MVP yang didapatkan AyamJago.

2. Eldin "Celiboy" Rahadian (Capcorn) - 112 Kill



Celiboy dari Capcorn berhasil menduduki jumlah kill terbanyak kedua selama Piala Presiden Esports 2019. Di usianya yang terbilang masih sangat muda, kemampuan individu Celiboy bisa dibilang patut disamakan dengan AyamJago, Doyok, Kido, dan G (EVOS). Tak hanya lihai bermain dengan hero Mage di midlaner, Celiboy juga ahli dalam menggunakan hero Assassin seperti Helcurt dan Lancelot. Raihan yang dia dapatkan ini tentu menandakan cerahnya masa depan pemain Capcorn ini.

1. Yosua "Kido" Priatama (Louvre.JG) - 117 Kill



Titel pemain dengan kill terbanyak jatuh ke tangan Kido dari Louvre.JG. Pencapaian dari tim yang berhasil mendapatkan posisi kedua di Piala Presiden Esports 2019 ini tak lepas dari peran Kido. Selama ini, Kido memang dikenal dengan permainan Mage-nya yang sangat sadis. Terutama saat dia menggunakan hero andalannya, Gusion. Tak hanya efektif dalam soal raihankill, menyaksikannya bermain menggunakan Gusion pun terlihat indah layaknya sebuah karya seni.
Itulah daftar pemain dengan kill terbanyak selama gelaran Piala Presiden Esports 2019 berlangsung. Selain karena hero yang membawa mereka mendapat kill terbanyak, tak bisa dimungkiri kemampuan individu para pemain pun sangat berpengaruh terhadap ke-GG-an mereka sepanjang turnamen.
Nah, bagaimana menurut kalian tentang daftar pemain dengan kill terbanyak di atas? Apakah pemain favorit kalian masuk sebagai salah satunya? Tetap baca KINCIR untuk mendapatupdate selanjutnya tentang Mobile Legends dan skena esports Indonesia!

Thursday, 4 April 2019

6 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Pemilu 17 April 2019


Pada Pemilu 17 April 2019 nanti, masyarakat Indonesia akan memilih presiden dan anggota legislatif. Menjelang tanggal itu, sebagian besar perhatian masyarakat tertuju pada dua kandidat yang akan memperebutkan kursi kepresidenan, Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo Subianto.
Bagi Jokowi, pemilu 2019 nanti akan menjadi referendum untuk periode kepresidenannya. Sementara itu lawannya, Prabowo, berharap kali ini dia bisa beruntung setelah tiga kali kalah dalam pilpres.
Di pemilu 17 April 2019 ini, lebih dari 192 juta orang berhak untuk memberikan suaranya, sekitar 70 juta dari mereka adalah pemilih pertama yang berusia antara 16 dan 20 tahun.
Inilah yang perlu Anda ketahui tentang pemilu 2019 menurut The Straits Times, dilansir Rabu (3/4):

1. SIAPA YANG AKAN DIPILIH?

Ada total 711 kursi yang diperebutkan di MPR RI. (Foto: AFP)
Ada total 711 kursi yang diperebutkan di MPR RI―575 kursi di DPR dan 136 di DPD.
Ada juga 19.500 kursi DPRD di lebih dari 2.000 provinsi, kota, dan kabupaten.
Tetapi perebutan kursi yang paling menarik adalah kursi kepresidenan, di mana Jokowi berusaha untuk memenangkan periode kedua sementara Prabowo―yang sebelumnya pernah mencalonkan diri menjadi capres dan cawapres―berharap untuk terpilih sebagai presiden kedelapan Indonesia.
Di TPS, setiap pemilih akan memilih:
– presiden dan wakil presiden
– anggota DPR
– anggota DPD
– anggota DPRD Provinsi
– anggota DPRD Kota/Kabupaten

2. SIAPA SAJA CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDENNYA?

Ma'ruf Amin
Presiden Joko Widodo bersama pasangannya dalam Pilpres 2019 Ma’ruf Amin. (Foto: Reuters)
Kandidat yang berebut kursi kepala negara di pilpres 2019 adalah petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Pilpres ini akan menjadi pertempuran kedua untuk mereka. Pada pilpres sebelumnya, Jokowi menang dengan perolehan suara 53,15 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 46,85 persen suara.
Presiden Jokowi, 57 tahun, adalah putra seorang penjual kayu dari Jawa Tengah.
Dia lulus dari salah satu universitas terkemuka di negara itu, Universitas Gadjah Mada, pada tahun 1985 dan kemudian mendirikan bisnis pemasok lantai kayu, sebelum akhirnya mengembangkan bisnis pembuatan furnitur atau mebel.
Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai walikota Solo, di Jawa Tengah, pada tahun 2005. Pada tahun 2012, ia terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta.
Pasangannya, Ma’ruf Amin, 76 tahun, merupakan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUl) dan pernah menjadi pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama (NU).
Gaji PNS Sudah Mencukupi, Tak Ada Alasan untuk Korupsi
Pasangan calon nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Debat Pilpres 2019 Pertama, 17 Januari 2019. (Foto: Istimewa)
Prabowo, 67 tahun, adalah mantan komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ayahnya adalah seorang menteri dan kepala bank sentral, dan dia pernah menikah dengan salah satu putri mantan presiden Soeharto.
Prabowo telah membangun basis di antara para pemilih yang melihatnya sebagai pemimpin yang keras dan tegas, walaupun memiliki catatan hak asasi manusia yang buruk.
Pasangannya, mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, adalah pengusaha berusia 49 tahun yang telah menjadi politisi populer di kalangan wanita, kaum muda, dan pemilih dengan pendidikan tinggi.

3. APA YANG MENJADI ISU TERPANAS?

Kekhawatiran atas stabilitas ekonomi dan biaya hidup tampaknya akan mendominasi pilpres kali ini. (Foto: AFP)
Kekhawatiran atas stabilitas ekonomi dan biaya hidup tampaknya akan mendominasi pilpres kali ini.
Prabowo telah membidik kesulitan Jokowi dalam memenuhi janji-janji ekonomi dari kampanye 2014-nya. Jika terpilih, dia menjanjikan pertumbuhan ekonomi 7 persen dan telah bersumpah untuk membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Keyakinan religius para kandidat juga menjadi bahan pembicaraan utama. Pilpres 2019 berlangsung dengan latar belakang religiusitas dan intoleransi yang meningkat.
Keputusan Jokowi untuk memilih seorang ulama senior Islam sebagai pasangannya dipandang sebagai upaya untuk memperkuat kepercayaan agamanya.
Sementara itu, Prabowo dikenal karena kedekatannya dengan Muslim konservatif dan mendapat dukungan dari partai-partai Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat kampanye semakin memanas, berita palsu dan hoax menyebar luas, karena negara ini memiliki tingkat penetrasi internet yang tinggi dan tingkat melek digital yang rendah.

4. BAGAIMANA PROSES DEMOKRASI BERLANGSUNG SEBELUMNYA?

Pekerja KPU mempersiapkan kertas suara untuk pemilu mendatang di Bogor pada 27 Februari 2019. (Foto: EPA-EFE)
Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India, namun, pilpres 2019 ini adalah pemilihan kepala negara secara langsung yang keempat di Indonesia.
Pemilu langsung oleh rakyat ini adalah bagian dari langkah-langkah desentralisasi yang muncul setelah jatuhnya rezim Orde Baru Soeharto pada tahun 1998. Sistem ini telah dikreditkan dengan munculnya tokoh populis yang tidak berasal dari elit politik, seperti Jokowi.
Pemilihan presiden yang pertama dilaksanakan pada tahun 2004, dan pemilihan kepala daerah atau pilkada (memilih gubernur, walikota, dan bupati) pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008.
Pilkada pernah dibatalkan selama beberapa bulan di tahun 2014 setelah koalisi Merah Putih yang menguasai mayoritas kursi di DPR mengusulkan agar kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD, karena pilkada langsung boros dan rentang menghasilkan pemimpin yang korup. Para pengkritik melihat ini sebagai langkah untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di kalangan elit.
Jokowi kemudian mengatakan keputusan itu adalah “kemunduran besar … dalam demokrasi”.
Namun pada Januari 2015, anggota DPR baru membatalkan keputusan ini, sebagai gantinya mereka memilih untuk mempertahankan RUU pemilu yang memastikan pemilu langsung untuk gubernur dan walikota.

5. APA LAGI YANG DIPEREBUTKAN?

Hasil pemilu untuk kursi parlemen akan menentukan partai politik mana yang dapat mencalonkan kandidat untuk maju dalam pilpres 2024. (Foto: AFP)
Hasil pemilu untuk kursi parlemen akan menentukan partai politik mana yang dapat mencalonkan kandidat untuk maju di pilpres 2024.
Di bawah undang-undang pemilu yang disahkan pada tahun 2017, sebuah partai atau koalisi partai-partai harus memiliki setidaknya 20 persen kursi di Parlemen, atau mendapat minimal 25 persen dari suara rakyat, sebelum mereka dapat mencalonkan seorang kandidat presiden.
Saat ini, hanya PDI-P yang mendekati batas minimal itu dengan 109 dari 560 kursi, atau hampir 20 persen dari kursi DPR. Di belakangnya ada partai bersejarah, Golkar―partai terbesar kedua sekarang―dengan 16 persen kursi DPR, dan partai Gerindra milik Prabowo, dengan 13 persen kursi DPR.
Maka dari itu, koalisi multi-partai penting.
Jokowi diusung oleh koalisi sembilan partai, termasuk PDI-P dan Golkar.
Prabowo diusung oleh koalisi lima partai, termasuk partainya, Gerindra, dan Partai Demokrat yang didirikan oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebanyak 16 partai akan berpartisipasi dalam pemilu legislatif di tingkat nasional.

6. TANGGAL-TANGGAL PENTING

23 September 2018
Dimulainya kampanye pemilu resmi.
17 Januari 2019
Debat pilpres pertama: Jokowi dan Ma’ruf Amin vs Prabowo dan Sandi, tentang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
17 Februari 2019
Debat pilpres kedua: Jokowi vs Prabowo, tentang energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup.
17 Maret 2019
Debat pilpres ketiga: Ma’ruf Amin vs Sandi, tentang pendidikan kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.
30 Maret 2019
Debat pilpres keempat: Jokowi vs Prabowo tentang ideologi, pemerintahan, hubungan internasional, dan pertahanan dan keamanan.
13 April 2019
Debat pilpres kelima: Jokowi dan Ma’ruf Amin vs Prabowo dan Sandi tentang ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.
14-16 April 2019
Masa tenang kampanye.
17 April 2019
Hari pemilu.
25 April hingga 22 Mei 2019
Perilisan hasil pemilu.
1 Okt 2019
Pelantikan anggota parlemen.
20 Okt 2019
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Keterangan foto utama: Seorang karyawan KPU menyortir surat suara untuk pemilu mendatang di gudang surat suara di Bogor pada 27 Februari 2019. (Foto: EPA-EFE)

SPONSOR